UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) OLEH MUHAMMAD SYUKRI (1171151022)

 Nama : Muhammad Syukri 

Nim : 1171151022

Mata kuliah : BK BELAJAR 

UJIAN TENGAH SEMESTER 



Halo....!!!



   Sahabat Konselor Semuanya.. Akhirnya, saya bisa kembali menulis serta berbagi infomasi menarik mengenai dunia konseling yang penuh dengan masalah seperti hidupmu. Hehhe becanda.. Nah, kali ini saya ingin berbagi ilmu atau sedikit materi tentang Teori dalam dunia BK belajar. Tapi sebelumnya Sudah sampai mana sih kamu sebagai calon konselor atau guru konselor memahami betapa pentinya penerapan teori konselor untuk anak murid(siswa)?..

 Ternyata dengan penggunaan beberapa teori BK belajar dapat meningkatkan tingkat keberhasilan solusi masalah loh.. Saya akan sharing dua teori yang sudah dipelajari dan dipraktikkan loh, ya.. Jadi, sudah teruji dong.. Kayak rasa kamu dikecewain mantan.. Eh. Bercanda.. 

Nah, kita mulai dari Teori Trait and Factor

Siapa sih yang ngak kenal sama nih teori yang sejak kemunculannya dapat mengklaim keberhasilan  bimbingan hanya dengan langkah kecil saja.. :...hah yang bener?.




A. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dan kekurang teori trait and factor (Gudnanto. 2012. FKIP UMK), yaitu:

     Kelebihan Teori Trait and Factor, yaitu:

     1. Pemusatan pada klien dan bukan pada konselorIdentifikasi dan hubungan konseli sebagai wahana utama dalam mengubah kepribadian

   2. Lebih menekankan pada sikap konselor daripada teknik

    3. Memberikan kemungkinan untuk melakukan penelitian dan penemuan kuanitatif

      4. Penekanan emosi, perasaan dan afektif dalam konseling

B.  Kelemahan Teori Trait and Factor, yaitu:

   1.    Konseling terpusat pada pribadi dan dianggap sederhana

2. Terlalu menekankan aspek afektif emosional, perasaan sebagai penentu perilaku tetapi melupakan factor intelektual, kognitif dan rasional

3. Penggunaan informasi untuk membantu klien tidak sesuai dengan teori

3. Tujuan untuk sikap klien yaitu memaksimalkan diri dirasa terlalu luas dan umum sehingga sulit menilai individu

4. Sulit bagi konselor untuk bersikap netral dalam situasi hubungan interpersonal.

Nah, sahabat konselor selanjutnya kita bahas cara penerapan teori ini. 

      C. Tahapan Proses Konseling Trait and Factor

1. Analisis. Merupakan tahapan kegiatan: pengumpulan informasi dan data  mengenai klien. Konselor dan klien memiliki informasi yang dpat dipercaya, tepat, dan relevan untuk mendiagnosis pembawaan, minat,  motif,  keseimbangan emosional dan sifat-sifat lain yang memudahkan penyesuaian diri. Analisis dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat, seperti:  cacatan kumulatif, wawancara, catatan anekdot, tes psikologis, dan studi kasus.  Selain mengumpulkan data obyektif, konselor harus memperhatikan pula cita-cita dan sikap klien dan cara  memandang permasalahannya.

  1. Sintesis. Merangkum dan mengatur data hasil analisis yang sedemikian rupa sehingga menunjukkan bakat klien, kelamahan dan kekuatan, serta kemampuan penyesuaian diri.
  2. Diagnosis. Merupakan tahapan untuk menemukan ketetapan dan pola yang dapat mengarahkan kepada permasalahan, sebab-sebabnya, serta sifat-sifat klien yang relevan dan berpengaruh terhadap proses penyesuaian diri. Langkah diagnosis mencakup: (a) identifikasi masalah; (b) menentukan sebab-sebab; (c) prognosis
  3. Konseling. Merupakan hubungan membantu klien untuk  menemukan sumber diri sendiri maupun sumber di luar dirinya dalam upaya mencapai perkembangan dan penyesuaian optimal sesuai dengan kemampuannya. Dalam kaitan ini ada lima sifat konseling, yaitu : (a) belajar terpimpin menuju pengertian diri; (b) mendidik/mengajar kembali untuk mencapai tujuan kepribadiannya dan penyesuaian hidupnya; (c) bantuan pribadi agar klien mengerti dan terampil dalam menerapkan prinsip dan teknik yang  diperlukan dalam kehidupan sehari-hari; (d) Konseling yang mencakup hubungan dan teknik  yang bersifat menyembuhkan; dan (e) mendidik kembali yang sifatnya sebagai katarsis atau penyaluran.
  4. Tindak Lanjut. Memberikan bantuan kepada klien  dalam menghadapi masalah baru dengan mengingatkannya kepada masalah sumbernya sehingga menjamin keberhasilan konseling. Teknik yang digunakan konselor harus  disesuaikan dengan individualitas klien, mengingat bahwa individu itu sifatnya unik, sehingga tidak ada teknik yang baku yang  berlaku untuk semua klien.

    D.  Penerapan / Aplikasi

       1. Contoh kasus secara pribadi untuk penerapan teori Trait and Factor 



    Paijo adalah siswa kelas X SMA di sebuah kota kecil. Dia merasa tidak diperhatikan lagi oleh kedua orang tuanya. Ayah ibunya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Kemudian dia mencari pelarian dengan clubbing yang otomatis minuman keras dan narkoba sudah menjadi hal biasa. Dia sendiri merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut, tapi sulit baginya untuk lepas dari kebiasaannya itu, karena menurut pendapatnya dengan seperti itu dia akan mendapatkan banyak teman dan tidak kesepian lagi. Akhirnya dia semakin tidak nyaman dan datang ke konselor untuk meminta bantuan. Dalam kasus ini, konselor menggunakan pendekatan konseling Trait and Factor.

    2. Contoh kasus kelompok Tingkatan Sekolah untuk penerapan teori Trait and Factor :



  Adapun Contoh Penerapan konseling thrat and Factor di Sekolah Menengah Pertama yaitu : (PENERAPAN KONSELING KELOMPOK TRAIT AND FACTOR UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN PILIHAN KARIR SISWA KELAS XI MIA-7 SMAN 11 SURABAYA) .

Adapun Langkah-langkah Penerapan konseling trat and factor di Sekolah Menengah atas yaitu :

1. Memilih satu kelompok yang akan digunakan sebagai subyek penelitian yaitu siswa kelas XI SMA Negeri 11 Surabaya yang memiliki tingkat pemilihan karier rendah.

2. Memberikan Pre-test dengan memberikan angket untuk mengukur tingkat kematangan pilihan karier siswa sebelum diberikan treatment.

3. Memberikan perlakuan kepada subyek penelitian dengan menerapkan konseling kelompok trait and factor.

4. Memberikan Post-test dengan menggunakan angket angket untuk mengetahui tingkat kematangan pilihan karier setelah diberikan treatment konseling kelompok trait and factor.

5. Membandingkan Pre-test dan Post-test untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang timbul sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.

Nah, sahabat konselor .....!!!

Selanjunya nih, kita bahas Teori yang Kedua yaitu Teori Myers's -briggts

Adapun Kelebihan dan kekurangan Dari Teori yang Kedua ini yaitu : 

    Kekuatan dan Kelemahan Teori Myers-Briggs


Beberapa keunggulan dan kelemahan dari teori tipe Myers-Briggs adalah sebagai berikut.

1.      Keunggulan

a.       Dirancang untuk mengimplementasikan teori.

b.      Berdasarkan teori, ada dinamika hubungan yang khusus antar skala, yang kemudian akan mengantar penjelasan tentang 16 tipe karakteritik kepribadian.

c.       Deskripsi tipe-tipe ini dan teorinya sebenarnya dapat dijelaskan dalam kerangka perkembangan manusia seumur hidupnya.

d.      Skala ini memperhatikan fungsi dasar manusia yaitu persepsi Judgment yang selalu ada di perilaku manusia, sehingga sangat bermanfaan untuk digunakan dalam hidup sehari-hari.

e.       Hasil dari Myers-Briggs Theory Indicator ( MBTI) tidak bersifat menilai sehingga tidak ada yang baik dan buruk.

2.      Kelemahan

a.       Teori Myers-Briggs kurang memperhatikan adanya perbedaan individu sehingga akan mempengaruhi hasil tes MBTI.

b.       Walaupun teori ini bertahan lama namun validitas dari tes MBTI masih perlu dipertanyakan.

c.       Hasil dari tes MBTI bersifat statis, hanya berorientasi pada hasil dari tes MBTI.

D.                 Aplikasi Teori Kepribadian Myers Briggs



    Teori kepribadian Myers-Briggs ini dalam pengaplikasiannya dijadikan suatu indikator sebagai tes MBTI, tes ini bertujuan untuk mengidentifikasi type kepribadiaan seorang individu adalah :

1.      Menghargai perbedaan

2.      Pengembangan diri

3.      Memilih karir

4.      Team building

5.      Penyelesaian konflik

6.  Memperbaiki komunikasi

7.      Memahami oranglain

Namun tidak Mengukur:

1.      Gangguan kejiwaan

2.      Abnormalitas

3.      Emosi

4.      Trauma

5.      Daya Belajar

6.      Tingkat kedewasaan

7.      Penyakit

8.      Intelegensia

    Dalam kehidupan sehari-hari perlu diketahui teori ini dapat berguna untuk mengidentifikasikan kepribadian individu lain sehingga memudahkan kita untuk menentukan sikap dan perilaku kita kepadanya supaya terjadi arus komunikasi yang baik. Selain itu metode Myers-Briggs dalam kehidupan sehari-hari juga digunakan untuk:

1.      Bimbingan Konseling 

   MBTI sangat berguna di dunia pendidikan dan pengembangan karier. MBTI bisa digunakan sebagai panduan untuk memilih jurusan kuliah sampai dengan profesi yang cocok dengan kepribadian.

2.      Pengembangan Diri

   Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan (Strength) diri kita sekaligus kelemahan (Weakness) yang ada pada diri sendiri. Kita bisa lebih fokus mengembangkan kelebihan kita sekaligus mencari cara memperbaiki sisi negatif kita.

3.       Memahami Orang Lain dengan lebih baik 

  MBTI membantu memperbaiki hubungan dan cara pandang kita terhadap orang lain. Kita bisa lebih memahami dan menerima perbedaan. Tidak semua orang berfikir, bersikap dan berperilaku seperti cara kita berperilaku. Jadi terimalah perbedaan yang ada.


Nah, itu tadi dua teori yang sudah saya pelajari,semoga bermanfaat dan tetap stau save ya.. Semangat 💪💪💪💪💪

Assalamualaikum. 


Referensi 

Fauzan, L. (2004). Pendekatan Pendekatan Konseling Individual. Malang: Elang Mas.

Gladding, S. T. (2015). Konseling Profesi yang Menyeluruh Edisi Keenam. Jakarta: PT Indeks.

Latipun. (2001). Psikologi Konseling. Malang: Universitas MUhammadiyah Malang Press.

Munandir. (1996). Program Bimbingan Karier di Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Robert Nathan, L. H. (2012). Konseling Karier Edisi Kedua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

W.S. Winkel, M. S. (2004). BImbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

Yulidar Ibrahim, dkk.2002. Bimbingan dan Konseling Karir. Padang: UNP

http://endutchelya.blogspot.com/2011/11/myers-briggs-type-theory-bimbingan-dan-konseling.html.21-03-2013.20.00 WIB




Komentar